Saturday, April 30, 2011

Patah Hati

Hidup ini rasanya seperti sinetron aja atau bagaikan panggung sandiwara. Uang dan harta berlimpah tetapi miskin cinta, hidup hampa dan tidak ada arti. Berjalan tanpa arah, bingung, putus asa, dan ingin mati saja.

Hidup dengan tahta atau karier dengan gaji besar pun tak luput dengan permasalahan dengan cinta. Baru aja berkenalan, kemudian diputuskan sepihak tanpa sebab. Sudah berpacaran dan hampir menikah, kemudian dilarang oleh mama. Tiap hari mama, akhirnya mengupat, marah-marah, dan perang mulut dengan saya.

Patah hati jadinya, hidup segan matipun tak mau. Seperti hilang separuh jiwa, jadi linglung, bingung mau curhat ke mana. Kalau curhat ke pendeta atau ustad nanti diomongin di mimbar, kalau ke adik atau kakak dilaporin ke mama yang marah tiap hari, dan akhirnya pergilah ke clubbing atau dugem atau lapo tuak yang menyajikan berbagai minuman keras.

Pernah dengar sebutan kota Paris yang berada di Indonesia. Seseorang yang sedang patah hati karena dilarang oleh orang tuanya untuk menikah dengan wanita idamannya akhirnya pergi ke tempat ini. Tempat ini sebenarnya berada di dekat Gg. Moh. Ali atau sekitar Galur atau di daerah Tanah Tinggi Jakarta Pusat. Letaknya disepanjang kali dan daerah yang kumuh, apabila dilihat disiang hari. Tetapi di malam hari, daerah kota Paris ini berubah menjadi gerlapan.

Akhirnya si pria yang sedang patah hati ini akhirnya memutuskan untuk curhat dengan botol bir. Dia berharap dengan minuman beralkohol dapat meringankan beban pikirannya. Antara menuruti permintaan mamanya atau memilih meminang sang belahan jiwanya. Tetapi apa yang didapatkan untuk setiap harinya, si pria ini tingkah lakunya seperti orang tak waras, sering muntah, dan hawa mulutnya berbau minuman keras. Setiap pagi pun akhirnya kepalanya bertambah pusing akibat minuman keras tersebut dan ditambah dengan omelan mamanya. Sabar ya... Yang tabah...

Beda dengan pria sederhana yang tinggal di Tanah Tinggi tersebut. Ada juga yang sudah mapan. Bekerja di sebuah kantor elektronik canggih dan terkenal. Umurnya yang dibilang sangat muda sudah menjadi supervisor dan gaji yang sangat tinggi. Baju bermerek, turun naik mobil, pergi ke luar negeri, berkulit putih, muka berseri-seri, pria berbibir seksi kemerah-merahan, baik hati, dan ramah sekali pada setiap orang.

Selain pintar dan menurut dengan atasannya atau boss di kantor, ia juga menjadi buah bibir di kantornya. Pasalnya, selain sebagai pria ganteng, ia juga banyak disukai oleh para gadis di kantor, sekolah, rumah, tempat kuliah, tempat kursus, dan tempat ibadahnya.

Di puncak masa kariernya, ia bertemu seorang gadis di sebuah tempat ibadah. Ia berpacaran dan berjanji akan menikah sesegera mungkin. Tetapi apa mau dikata, ketika mulai katekisasi pernikahan, si wanita bertemu dengan seorang pria lain (PIL) anak boss di kantornya, membuat si pria ini menjadi patah hati.

Ditengah kemurungannya, si pria ini juga tergoda oleh seorang wanita sexy di kantornya. Entah kenapa, si wanita tiba-tiba putus dengan PIL-nya lalu kembali menuntut si pria ini untuk menikah dengannya. Sedangkan dia juga telah berdosa, karena telah memiliki wanita idaman lain (WIL). Wah jadi repot deh si pria ini.

Hidupnya menjadi kacau. Tunangannya marah-marah dan hingga datang setiap sore hari ke kantornya, sedangkan bagaimana dengan WIL yang juga menuntut. Antara tunangan atau WIL, kepala menjadi pusing, hati menjadi panas, gunjingan orang sekantor, hingga boss pun akhirnya tahu.

Boss sebagai pemilik dan pemimpin perusahaan elektronik terkemuka ini sangatlah baik, ia hanya mencoba mengembalikan si pria ketunangannya dengan berbagai cara dan berdoa kepada Tuhan setiap hari. Tanpa disadari oleh anak buahnya yang nakal ini. Boss yang memiliki sense of belonging terhadap aset sumber daya dan murah hati ini, tetap memerhatikan, merawat, dan memberi hal-hal yang terbaik, hingga pernikahannya berlangsung.

Tetapi bagaimana dengan si pria yang banyak uang ini. Setiap hari ia menjadi bingung, ketika WIL yang dicintainya itu selingkuh dengan atasannya pula! Patah hati dan kepala menjadi sangat pusing. Mau curhat ke ortu, ustad, pendeta, teman, dan bahkan atasan tidak bisa. Akhirnya untuk menghilangkan rasa sakit hatinya ia mencoba membeli beberapa minuman keras yang beralkohol. Berbagai merek ia coba dan pulang sambil membawa mobil hingga ke tempat kost.

Si pria meminum bir sudah merasa seperti meminum air meneral saja. Tidak merasa pusing atau muntah atau mabuk. Mata menjadi merah, kurang tidur, badan kurus, dan selalu berfikir apakah memilih WIL atau tunangannya. Singkat cerita, akhirnya setelah berdoa kepada Tuhan, si pria dapat menghentikan meminum minuman keras dan ditunjukkan bahwa ia harus memilih tunangannya, jika perselingkuhan ingin diakhiri.

Pria yang jago minum pun akhirnya bertobat. Bagaimana dengan anak-anak muda yang lain? Keingintahuannya tentang minuman keras ini dan tidak ada larangan atau bimbingan seseorang, menyebabkan seseorang menjadi alkoholic atau menjadi kecanduan alkohol atau ketika dioplos menjadi racun yang menyebabkan kematian!

Berbagai macam Bir yang bisa didapatkan di minimarket, supermarket, bahkan toko-toko besar di pedesaan hingga perkotaan. Misalnya merek Heineke Lager Beer Rp 25.600,- atau Guinness Bir Hitam 620ML Rp 32.200,- atau Bir Bintang 320ML Rp 12.800,- atau Bir Bintang 620ML Rp 22.500,- atau Vodka Mix Max Rp 13.800,- atau Smiroff Rp 19.900,- atau bisa membeli dengan harga paket Bir Bintang 620ML + 1 Kacang Kulit Garuda 250GR dengan Harga Promo Rp 29.900,- hingga 30 April 2011.

Bukan hanya anak-anak muda, orang dewasa juga sering berkumpul untuk bermabuk-mabukan dengan ditemani beberap kantong kacang kulit, bermain gaple, menyanyi dengan gitar dan nada yang entah ke mana.

Seharusnya fenomena untuk hal-hal yang memabukan dan berbahaya ini bisa diatur oleh pemerintah. Melarang setiap orang yang berumur di bawah 21 tahun dan berpenyakit ginjal, patah hati, sedang menyetir, sedang hamil, dan sebagainya tidak boleh membeli atau meminum bir yang beralkohol. Begitu juga harus label peringatan ditempel oleh produsen bir agar konsumen mengerti bahwa dapat membahayakan keselamatan seseorang jika meminumnya.

Beberapa warung, minimarket atau supermarket kecil dan besar, sudah memasang tulisan peringatan besar-besar, bahwa yang hanya boleh membeli orang yang telah berusia 21 tahun. Begitu juga orangtua harus mendampingi anak-anaknya dalam pergaulan dan memberi pengertian tentang minuman beralkohol yang memabukan. Setiap orang pun wajib memberikan pengarahan dan membagikan pengalaman tentang bir ini, bahwa apabila meminuman minuman beralkohol itu:
1. Tidak dapat menghilangkan stress.
2. Tidak dapat menghapus semua masalah.
3. Tidak dapat memuaskan batin.
4. Dapat menyebabkan kecanduan (alkoholic).
5. Pusing, muntah, dan kulit menjadi bentol-bentol.
6. Berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama lambung, ginjal, dan janin.
7. Dioplos dapat keracunan bisa menyebabkan kematian.
8. Kematian bila berkendaraan.

DIA HANYA SEJAUH DOA! Oleh sebab itu berdoalah senantiasa, agar semua beban hidup, masalah, patah hati dan tekanan apapun yang diberikan kepada Anda dapat terlepas, bebas, jodoh, dan merdeka. Hidup akan menjadi indah, jika kita mengerti kehendaknya, menikmati apa yang ada, dan bersyukur atas semua yang telah diberikan kepada kita semua. Amin. (KA)
Artikel Lainnya:
Daftar Film dan Sinopsisnya
ImageGambar
http://www.twitter.com/ImageGambar/