Tuesday, May 3, 2011

Beasiswa Pelangi

Anak-anak biasanya hanya memiliki pemikiran yang sangat sederhana. Mereka berfikir, bahwa dengan pergi ke sekolah, mereka akan menjadi pintar. Umumnya, mereka ingin membahagiakan orangtuanya, menjadi dokter, pilot, pengusaha, penyanyi, dan sebagainya.

Padahal untuk mendapatkan uang dengan mudah di jaman sekarang ini sulit sekali. Pada awalnya anak-anak bisa sekolah dan akhirnya harus berhenti dengan alasan keuangan tidak mencukupi, tidak sanggup memberi pengarahan pada saat ulangan nasional, dan anaknya sendiri tidak mau berusaha untuk belajar.

Hidup semakin sulit! Yang tadinya buruh atau kuli bangunan, sekarang berpindah profesi menjadi pemulung. Harus menghidupi anak, istri, menantu, dan cucu-cucunya. Sekolah, bukan lagi menjadi kebutuhan, tetapi menjadi beban. Karena harus banyak mengeluarkan uang untuk buku, seragam, uang pungutan lain dan uang kaget! Akhirnya harus berhenti sekolah di kelas 4,5,6 SD atau 8 SMP atau 11 SMA dan sebagainya. Uang dipergunakan untuk membeli makanan, minuman, dan kesehatan.

Apabila Anda semua menengadah ke langit dan melihat pelangi memang indah, bukan? Pelangi yang menghiasi dunia dan berwarna-warni. Tetapi bagaimana dengan kehidupan, ya tidak seindah pelangi. Uang yang didapatkan harus dibagi-bagikan agar cukup untuk sehari. Akhirnya, anak-anak dibawah umur pun harus bekerja untuk membantu kakek atau nenek atau ayah ibunya di ladang, sawah, bangunan, pabrik, memulung, meminta-minta, mengamen, dan menginap di emper-emper toko atau pasar-pasar.

Ada yang berjualan koran, kantong plastik untuk belanja sayur, kuli panggul, ojek payung, berjualan kue/somay keliling, di bengkel, di pengelasan, tukang kebun, dan untuk anjal atau anak terlantar bisa-bisa terkapar karena lapar dan haus atau bisa saja ada yang meninggal dunia!

Dari data International Labour Organisation(ILO) pada tahun 2009 terdapat 3,7 juta pekerja anak berumur 10-17 tahun. Jumlah itu 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang berumur 10-17 tahun yaitu 35.7 juta (ILO,2009:21). Dalam laporan itu disebutkan mayoritas pekerja anak bekerja pada sektor buruh (ILO,2009:30).

Data itu menunjukkan betapa sektor industri telah melanggar ketentuan. Sebagaimana  sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 Pasal 68 disebutkan, bahwa pengusaha dilarang untuk mempekerjakan anak. Hal ini kembali diperjelas pada pasal 69, Undang-undang nomor 13 tahun 2003, bahwa pengusaha dilarang mempekerjakan anak dibawah 18 tahun atau berusia 14-15 tahun untuk melakukan pekerjaan berat dan harus menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan Laporan dari ILO menilik data dari Sakernas jumlah pekerja anak terus bertambah dari tahun 2004-2009 dari 2.87 juta jiwa mencapai 3,7 juta jiwa. Lalu kemana negara saat anak-anak ini membutuhkan pendidikan yang layak sebagaimana diamanatkan Konstitusi Nasional alias UUD 1945?

Berdasarkan fakta ini, cukup kiranya menjadi renungan kita bersama pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei, bahwa pemerintah belum mampu mewujudkan tangggung jawabnya dalam bidang pendidikan. Tak terkecuali program pendidikan dasar 9 tahun, yang katanya gratis, namun memiliki 3,7 juta jiwa pekerja anak. Jika kita mengetahui ini merupakan kegagalan, menyalahkan pemerintah dengan berpangku tangan saja tentu bukan sikap bijak. Pelangi mengajak semua pihak untuk mencegah anak-anak putus sekolah dan menjadi pekerja anak dan kehilangan masa depan mereka.

"Bila anda berpikir untuk satu tahun ke depan, tanamlah benih. Bila anda berpikir untuk sepuluh tahun ke depan, tanamlah pohon. Bila anda berpikir untuk seratus tahun ke depan, didiklah manusia."

Dalam setiap lima menit, 11 anak Indonesia terpaksa putus sekolah. Tujuh diantaranya menjadi pembantu rumah tangga. Lainnya menjadi buruh, pelacur, dan anak jalanan.

In every five minutes, 11 Indonesian children are forced to drop out of school. Seven of them become domestic workers. The others become child-labors, prostitutes, and street children.

PROGRAM BEASISWA "PELANGI" MEMBANTU MENUMBUHKAN GENERASI INDONESIA BARU yang toleran dan menjunjung pluralisme dengan pembinaan-pembinaan kesadaran akan nilai-nilai ke Indonesiaan dan Kebangsaan.

PROGRAM BEASISWA "PELANGI" MENANGGUNG BIAYA SEKOLAH ANAK-ANAK TIDAK MAMPU, yang berprestasi dan sekaligus memantau prestasi mereka. Jika terjadi permasalahan dalam mencapai prestasi belajarnya, maka bersama siswa, wali dan guru, akan diupayakan pemecahan masalah secara bersama-sama.

ULURAN TANGAN ANDA AKAN MEMBERI HARAPAN CERAH BAGI MASA DEPAN ANAK - ANAK INDONESIA, KARENA TELAH MEMBANTU MEREKA LUPUT DARI PUTUS SEKOLAH.

Sumber:
http://www.beasiswapelangi.org/
http://www.beasiswapelangi.org/index.php/news/2011/05/02/94/pekerja-anak-meningkat.html
http://www.images.beasiswapelangi.org/foto/47726166696b2050656b65726a6120416e616b2e6a7067.jpg
http://www.beasiswapelangi.org/images/images098.jpg
http://www.beasiswapelangi.org/images/alur.png
http://www.beasiswapelangi.org/index.php/anak-pelangi/

Berikanlah bantuan Anda melalui:
BANK HARDA INTERNASIONAL KPO Samanhudi
No. Rekening: 0 100 2345678
     atau
BANK BCA CPU Pluit
No. Rekening: 168 308 8611
a/n Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)

Alamat:
Superblok Mega Glodok Kemayoran
Office Tower B Lantai 10
Jl. Angkasa Kav. B6
Kota Baru Bandar Kemayoran
Jakata 10610, Indonesia
Telp. (021) 2664-6828; 237-86451
Fax. (021) 657-01504

email: beasiswapelangi@yahoo.com




















PAMERAN PENDIDIKAN CHINA 7-8 MEI 2011

SISWA Indonesia berkesempatan mendapat beasiswa dari 23 perguruan tinggi terkemuka di China yang mengikuti Pameran Pendidikan China. Kuliah bermutu dengan harga murah, mulai dari Rp 12 jt per tahun hingga 24 jt per tahun.

Pameran, "12th China & International Education Institute (BLCI), guna memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2011. Diadakan Sabtu (7/5) dan Minggu (8/5) di Mangga Dua Square, Jakarta.

Siswa yang berminat melanjutkan kuliah di China, berpeluang memperoleh beasiswa. Baik dari pihak kampus maupun pemerintah provinsi di Negara Panda itu. "Untuk pameran ini, kami mengusung tema, mendapatkan biaya pendidikan luar negeri bermutu namun tetap terjangkau," kata Ir. Samuel Wiyono MBA, Ketua Pertukaran Mahasiswa dan Pengajar Asing BLCI Mangga Dua Square, Jakarta, Kemarin (6/5/2011).

Pameran serupa diadakan di Hotel Horison Semarang 10 dan 11 Mei, di Hotel Tunjungan, Surabaya 14 Mei dan di Trans Studio Mall Makassar 15 Mei. (Bambang/ak/aw)


SUMBER:
Poskota, Halaman2
Kolom Kota Kita
Sabtu, 07 Mei 2011
03 Kliwon Jumadil Akhir 1944
03 Jumadil Tsaniyah 1432 H
http://www.poskota.co.id

Artikel Lainnya:
Daftar Film dan Sinopsisnya
ImageGambar
http://imagegambar.blogspot.com/

http://www.twitter.com/ImageGambar/

Bagaimana cara menggunakan mask input tanggal

Bagaimana cara menggunakan mask input Tanggal, NPWP, Nomer Telpon lebih mudah dilihat.