Tuesday, October 16, 2012

Gado-Gado

Gado-gado adalah masakan tradisional asli Indonesia yang terbuat dari berbagai macam sayuran dengan rasa manis atau pedas dan juga bisa ditambah ketupat atau lontong agar perut bisa tambah kenyang.

Istilah gado-gado sangatlah populer di Indonesia dan sering dipakai diberbagai keadaan atau kejadian atau sebagai kalimat yang dapat konotasi lainnya yang dapat berarti campuran atau campur aduk.Misalnya:
  • Ideologi Gado-Gado
  • Politik Gado-Gado
  • Pemilu Gado-Gado
  • Agama Gado-Gado
  • Olahraga Gado-Gado
  • Sosial Budaya Gado-Gado
  • Pertahanan dan Keamanan Gado-Gado
  • Intelejen Gado-Gado
  • Teknologi Gado-Gado
  • Untuk makanan: Gado-Gado Lontong, Gado-Gado Bang Kumis, dan sebagainya.
Pembaca budiman, pada kali ini penulis hanya ingin memamparkan mengenai "Teknologi Gado-Gado" yang harus distandarisasi oleh pemerintah kita, agar tidak terjadi simpang-siur dan membingungkan pengguna dikemudian hari. "Teknologi Gado-Gado" ini bisa ditemukan dengan mudah oleh pengguna gadget, ipad, atau teknologi komunikasi lainnya. Jika tidak ada standarisasi, maka akan berkembang menjadi gado-gado benang kusut yang sangat membingungkan pengguna nantinya.

Teknologi seharusnya mempermudah, mempercepat, konsisten, akurat, berkualitas, dan bukan semakin membingungkan. Operating system pun bisa menjadi gado-gado, karena dalam OS MS Windows bisa diletakkan OS Linux/Open source atau sebaliknya pada OS Linux/Open Source bisa menjalankan aplikasi yang dibuat di MS Windows. Operating System ini juga berbagai versi dan merek, sehingga membingungkan. Belum lagi masalah dokumentasi ada yang doc,docx, jpg, gif, png, dan sebagainya juga menjadi tidak seragam dan sangat membingungkan pemakai komputer atau proses digitalisasi dikemudian hari.

"Teknologi Gado-Gado" pada telepon genggam atau ipad sangatlah beragam, misalnya dari suatu merek terkenal mengeluarkan Lifetools yang lain tidak, atau ada yang mengeluarkan BBM-an untuk ponsel lain tidak bisa dipergunakan. Belum lagi ada aplikasi yang tidak standar seperti penggunaan default bahasa yang dipergunakan, terjemahaannya tidak tepat, kemudian ponsel tertentu juga harus menggunakan operator telpon tertentu pula, sehingga membuat penggunanya tidak nyaman dan jadi bingung.

Mungkinkah ada peraturan untuk mengatur standarisasi "Teknologi Gado-Gado" tersebut? Ataukah mungkin membuat teknologi sendiri untuk mengakomodasi kebutuhan teknologi yang diperlukan oleh para pengguna teknologi? Misalnya standarisasi terjemahan bahasa baku, standar ukuran karakter small/medium/big/super large, aplikasi standar yang harus ada mulai dari SMS, Call, BBM, Video Call, Internetan dengan minimum kuota 4 GB, security phone, dan sebagainya. Terakhir mungkinkah membuat ponsel cerdas dan aplikasi baku buatan negara sendiri, dengan merek God-do God-do? Sukses selalu dan selamat menikmati "Gado-Gadonya".