Sunday, January 27, 2013

Masa Kronis di Ibukota DKI Jakarta

Banjir, gempa, penurunan tanah terhadap permukaan laut, hilangnya air tanah hingga masuknya air laut ke daratan, naiknya permukaan air laut (banjir rob), kerusakkan lingkungan dari hilir hingga hulu, kenaikan suhu udara yang ekstrem, puting beliung, penyakit, kemiskinan, ledakan penduduk, pengangguran, kemacetan, dan sebagainya telah melanda Ibukota DKI Jakarta. Lambat laun, maka Ibukota DKI Jakarta akan memasuki fase kronis, sebagai contoh dengan curah hujan yang normal saja Ibukota DKI Jakarta sudah dilanda banjir yang merata diseluruh pelosok Ibukota DKI Jakarta pada Kamis tanggal 17 Januari 2013 lalu dan menelan korban jiwa, harta benda, dan sebagainya.

Mengapa dikatagorikan akan masuk ke fase masa kronis?
Karena hutan-hutan di Jawa Barat yang sebagai hutan konservasi atau hutan lindung dialihkan menjadi hutan produksi sehingga berdampak bencana untuk Ibukota DKI Jakarta, seperti tanah longsor, banjir kiriman, suhu menjadi semakin panas, polusi, dan efek rumah kaca.

Contoh saja di daerah Bogor di dekat Istana Bogor, dahulu suhu udaranya berkisar 16-24 derajat Celcius pada siang hari dan berkabut, tetapi pada tahun 2004 - sekarang menjadi panas sekali dan mencapai 28-32 derajat Celcius setiap harinya. Hujan deras dan petir disertai dengan puting beliung hampir terjadi diseluruh wilayah Jawa Barat ini.

Hal lain yang terjadi pembalakan liar, pembangunan vila, pembuatan tempat mega wisata, gedung-gedung beton dan bertingkat, developer-developer perumahan dan berbagai exploitasi hutan yang berlomba-lomba bersaing untuk meraup untung sebesar-besarnya, tanpa memperhatikan lingkungan dan tanpa belas kasihan.

Kesadaran akan kebersihan lingkungan pun menurun drastis dengan membuang sampah sembarangan ke got-got, kali, dan sungai-sungai. Tidak mendukung PROKASIH (Program Kali Bersih) mulai dari pemerintah dan bahkan masyarakatnya. Membuang sampah rumah tangga ke kali, seperti bungkus-bungkus plastik, berbagai kemasan, sayuran, tinja, dan sebagainya. Truk-truk pemerintah yang lambat mengangkut sampah ataupun batang-batang pohon dan daun-daun yang beserakan. Akhirnya dibuang ke kali atau dibakar. Sampah yang dibuang ke kali akan menyumbat dan air menjadi kotor, sehingga ketika ke Ibukota DKI Jakarta, air menjadi hitam, bau, dan tidak segar. Sampah dibakar dapat menyebabkan polusi udara dan menaikkan suhu menjadi semakin panas. Pemerintah tidak perduli dengan sampah dan tidak ada niat untuk mendaur ulang atau memanfaatkannya atau mengangkutnya ke TPS akhir.

Singkatnya Ibukota DKI Jakarta telah dikepung oleh bencana, mulai dari banjir, sampah, gempa, penurunan permukaan tanah, air laut masuk ke daratan, kumuh, longsor, kebakaran, penyakit, kemacetan, dan kejahatan (mulai dari copet di Busway, perampokan, penculikan, pembunuhan, dsb). Ibukota DKI Jakarta sudah tak layak lagi untuk ditempati, karena bahaya telah mengancam setiap detiknya.

Berbagai Solusi untuk mengatasi bencana di Ibukota DKI Jakarta.
Pertama, meningkatkan pengetahuan tentang bencana, penanganan bencana, mitigasi, sosialisasi tanggap bencana, teknologi, dan sebagainya.

Kedua, ilmuan dari IPB telah menemukan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai lubang resapan air hujan atau banjir, belum sepenuhnya diterapkan di Jawa Barat, Ibukota DKI Jakarta dan di seluruh wilayah sebagai daerah penyangga Ibukota.

Ketiga, mengembalikan rumah-rumah air secepatnya (mengingat sifat air yang selalu mengalir ke tempat yang rendah), seperti di Ibukota DKI Jakarta pada wilayah Rawabebek, Rawamangun, Rawabuaya, dan rawa-rawa/muara-muara/hutan-hutan lainnya dan bukan dibangun pemukiman, tempat usaha, gedung-gedung bertingkat agar kelihatan mewah, dan bahkan bandara. Untuk di kawasan Puncak Bogor berserta hutan-hutannya harus dibuat aturan yang perduli lingkungan, seperti melarang mega proyek pembangunan dengan alasan apapun, seperti rumah ibadah, militer, pemerintah, vila, dsb; dan hal lain yang paling penting dilakukan reboisasi yang simbiosis mutualisme, seperti menanam pohon karet, duren, duku, manggis, nangka, dan sebagainya.

Keempat, membuat bendungan-bendungan raksasa yang tahan gempa dan dapat menampung air, sampah, irigasi, dan cadangan air tanah. Dibuat kolam-kolam besar dan taman-taman biopori di seluruh RT/RW untuk menyimpan atau menahan air agar tidak langsung mengalir ke laut atau membuat banjir ke kota atau pemukiman penduduk.

Kelima, rakyat dan pemerintah bergotong-royong untuk menangani bencana, masalah lingkungan, sanitasi, dan sebagainya. Peraturan-peraturan pemerintah yang berpihak kepada lingkungan dan sanitasi.

Keenam, memindahkan Ibukota DKI Jakarta ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pemindahan Ibukota DKI Jakarta ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ini sangatlah strategis, karena lebih luas 3x (2.600 km persegi); menghemat APBN untuk ganti-rugi atau pembangunan yang hanya tambal sulam; kota ini berdekatan dengan Malaysia dan Brunei; dan gempa juga jarang terjadi.

Mengapa harus segera memindahkan Ibukota DKI Jakarta ke Kota Palangkaraya?
Pertama alasannya adalah jikalau Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten yang tidak mendukung lagi kebijakan negara untuk membangun kota megapolitan, dan masih mau melindungi hutan-hutan sebagai penyangga ibukota DKI Jakarta.

Kedua, Kebijakkan dari Provisi Jawa Barat dan Provinsi Banten yang tidak mau melepas wilayahnya terus menerus kepada Provinsi DKI Jakarta hanya dipergunakan untuk kepentingan Ibukota saja, tanpa ada kontribusi kepada kedua provinsi tersebut. Contoh saja wilayah Bogor yang sangat kaya akan sumber daya alamnya, mulai dari hutan, air, pasir, batu, kapur, sayuran, ternak, dan sebagainya.
Kebijakkan lain misalnya mengubah status hutan lindung menjadi hutan produksi atau kompleks perkantoran, pemukiman, rumah ibadah raksasa, pasar, terminal, jalan, tempat hiburan mega proyek dan sebagainya. Akhirnya terjadi kemacetan hingga puluhan kilometer sebelum pintu keluar Tol Ciawi hingga Kawasan Puncak atau kemacetan yang ingin menuju penyeberangan ke Sumatera.

Ketiga, permasalahan klasik yang umurnya telah berabad-abad dapat teratasi atau permasalahan yang tidak mungkin sirna adalah masalah banjir, gempa, sampah, kejahatan, kekumuhan, dan kemacetan (macet telah mencapai seluruh Jabodetabek). Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kenaikkan suhu yang ekstrem, penyerapan air ke tanah yang sangat buruk (worst drainase), penurunan tanah disertai kenaikkan air laut yang ekstrem, kekacauan tata kota, ledakan penduduk, dan penyakit.

Keempat, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, merupakan wilayah yang sangat strategis, lebih luas tiga kali (2.600 km persegi) dari DKI Jakarta; penghematan APBN yang luar biasa karena mengurangi biaya-biaya ganti-rugi (asuransi, korban-korban, pusat-pusat bisnis, dsb) dan pembangunan DKI Jakarta yang tambal sulam untuk mengatasi masalah sesaat saja; Kalimantan Tengah berdekatan dengan Malaysia dan Brunei; banjir, puting beliung dan gempa juga jarang terjadi. Pembangunannya pun perlu suatu perencanaan yang kuat untuk mengatasi banjir, gempa, suhu ekstrem dan cuaca yang ganas; pangan dan air bersih; energi berkualitas dan murah; pemukiman sakinah dan madani; sanitasi; transportasi yang layak; keamanan dan kenyamanan; birokrasi yang cepat, tepat, dan konsisten; pemimpin seorang imam yang dapat memimpin (to lead), mengasihi (to love), dan melayani (to serve).




Akhir kata, Pembaca yang Budiman, penulis dengan ini juga turut prihatin dan berdukacita untuk para korban bencana yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari banjir, gempa, kebakaran, dan sebagainya. Semoga kasih, bantuan dan perhatian dari para dermawan, artis dan para pejabat dapat menghibur dan dapat mengurangi penderitaan para korban bencana. Tuhan pasti menolong dan memberkati kepada siapa saja yang senantiasa berharap kepada-NYA. Amin.

Sumber:
Dari berbagai sumber.
JakTV
Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Barat
RTRW Bogor Harus Mengacu RTRW Jabar
Dinas Kehutanan
Pemkab Bogor Konsultasi
Ibukota Indonesia pindah?
Penemu Lubang Biopori Dapat Penghargaan

Artikel Lainnya:
Masa Kronis di Ibukota DKI Jakarta

Jokowi
Ponyo
Penyebab Tsunami di Jepang
Sebuah Mainan Untuk Harapan
Saatnya Berinovasi
Ojo Nesu-Nesu!!! 
Hiduplah Sesuai Dengan Kemampuan 
Ini Moneter Baru
Whistleblower
Ghost 
Toko ImageGambar
Ke Beranda (Back to home) 

Bagaimana cara menggunakan mask input tanggal

Bagaimana cara menggunakan mask input Tanggal, NPWP, Nomer Telpon lebih mudah dilihat.