Monday, March 23, 2015

Keris

Keris adalah senjata tikam pendek yang berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya, bentuknya  memiliki keunikan tersendiri sehingga mudah dibedakan dengan senjata tajam yang lain. Kekhasan dari keris adalah bentuknya yang  tidak simetris di bagian pangkal yang melebar,bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya memiliki pamor/hiasan (damascene), yang terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah. Keris telah digunakan selama lebih dari 600 tahun oleh bangsa-bangsa Melayu seperti Malaysya, Filipina Selatan (Mindanau), Thailand Selatan, Brunei darusalam dan Indonesia.

Fungsi keris

Masyarakat Melayu tradisional beranggapan bahwa keris bukan hanya senjata yang berfungsi untuk mempertahankan diri tapi juga lambang kedaulatan orang melayu. Keris juga dianggap sebagai senjata tajam yang dipercaya memiliki kekuatan magis sehingga masyarakat melayu tradisonal melakukan riual-ritual khusus untuk menjaga keris seperti mengasapkan keris di malam Jumat atau ritual mengasamlimaukan keris sebagai cara untuk menjaga logam keris dan menambah bisa nya.

Di Indonesia, keris merupakan salah satu budaya yang masih bertahan, bahkan keris telah diakui menjadi warisan budaya dunia milik Indonesia oleh UNESCO. Sampai saat ini keris masih digunakan dalam berbagai ritual kebudayaan di berbagai daerah di Indonesia.misalnya saja di daerah yang berpenduduk Suku Jawa, keris biasa digunakan sebagai pelengkap busana pernikahan untuk pengantin pria. Hal ini terjadi karena keris dianggap sebagai lambang pusaka dan simbol kejantanan pria. Selain itu, keris juga dianggap memilki fungsi spiritual, ini terbukti  dalam upacara peringatan satu sura di keraton Yogyakarta, ada ritual mengkirabkan senjata tajam seperti tombak pusaka, pisau besar (bendho), termasuk juga keris. Dalam upacara ini senjata unggulan keraton diarak mengelilingi keraton sambil memusatkan pikiran dan perasaan untuk memuji dan memohon kepada pencipta semesta alam, agar diberikan kesejahteraan,kebahagiaan dan perlindungan.

Sejarah keris

Keris diperkirakan telah digunakan di Indonesia khususnya oleh masyarakat Jawa sekitar abad ke-9 Masehi. Hal yang membuktikannya adalah salah satu panel relief Candi Borobudur dari abad ke-9 memperlihatkan seseorang memegang benda yang menyerupai keris, akan tetapi belum memiliki derajat kecondongan dan hulu/deder nya masih menyatu dengan bilah senjata.Keris juga diduga merupakan senjata tajam peninggalan Kebudayaan Dongson (Vietnam) dan Tiongkok Kuno. Keris diduga masuk dari tiongkok melalui dongson kemudian memasuki nusantara. Dugaan tersebut dimungkinkan karena adanya kemiripan bentuk antara keris dengan senjata yang berasal dari dua kebudayaan tersebut.  Di masa itu keris dianggap benda yang suci, karena itu penggunaan keris tidak hanya digunakan dalam peperangan atau sebagai senjata saja tapi juga sebagai pelengkap sesaji. Sejak saa itu,keris menjadi salah satu benda yang dipercaya memilki kekuatan spiritual sehingga harus dilakukan ritual penghormatan. Penghormatan terhadap benda-benda garapan logam diduga merupakan pengaruh dari kebudayaan India (Siwaisme). Hal ini dikuatkan oleh penemuan dari Prasasti Dakuwu dari abad ke-6 yang menunjukkan ikonografi India yang menampilkan wesi aji seperti trisula, kudhi, arit, dan keris sombro.

Dalam perkembangannya, penemuan Prasasti Karangtengah dari tahun 824 Masehi menyebutkan istilah keris dalam suatu daftar peralatan sedangkan Prasasti Poh  di 904 M menyebut keris sebagai bagian dari sesaji dalam ritual persembahan. Akan tetapi, keterangan tersebut belum bisa dipastikan bahwa keris yang dimaksud dalam kedua prasasti tersebut adalah keris yang dikenal sekarang. Dalam pengetahuan perkerisan jawa (padhuwungan) keris padamasa para kediri-singasari merupakan keris budha atau keris sombro.

Para ilmuwan mempercayai bahwa keris budah adalah bentuk awal keris sebelum keris menemukan bentuk keris yang lebih khas. Bentuk keris pada masa itu mirip dengan belati gaya india. Berdasarkan catatan Ma Huan dari tahun 1416 yang merupakan angggota ekspedisi ceng ho menyebutkan “Orang-orang ini [Majapahit] selalu mengenakan pu-la-t ou (belati? atau beladau?)yang diselipkan pada ikat pinggang. [...], yang terbuat dari baja, dengan pola yang rumit dan bergaris-garis halus pada daunnya; hulunya terbuat dari emas, cula, atau gading yang diukir berbentuk manusia atau wajah raksasa dengan garapan yang sangat halus dan rajin.” Hal ini mengindikasikan bahwa keris merupakan senjata yang selalu dipakai oleh masyarakat saat itu untuk melindungi diri. Seiring dengan perkembangannya, pada abad ke 14 keris memperoleh bentuknya yang lebih khas atau lebih pribumi.

Filosofi keris

Keris adalah benda pusaka yang diakui keagungannya oleh bangsa Melayu terutama bangsa Indonesia. Keris berkembang dari waktu ke waktu, bertahan dan dipercaya oleh masyarakat. Tentu saja hal ini bukan sebuah pepesan kosong atau mitos semata. Para empu pembuat keris di zaman dahulu sangat memperhatikan ditail pembuatan keris dari bentuk,model, ukiran hingga ke hal-hal kecil seperti hiasan. Setiap ditail pada keris memilki makna masing-masing sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan oleh empu pembuat keris. Seorang empu menciptakan keris dengan ketekunan,kesungguhan dan cipta rasa yang tinggi. Keris diciptakan untuk menumbuhkan wibawa dan rasa percaya diri bukan untuk membunuh.

Bagi orang Jawa hidup itu penuh dengan perlambang yang harus dicari maknanya. Keris juga merupakan sebuah lambang yang menuntun manusia hidup di jalan yang benar. Pemahamn dangkal terhadap keris hanya akan memposisikan keris sebagai benda pusaka yang memilki kekuatan magis dan mampu meningkatkan harkat derajat manusia. Padahal, keris membawa pesan moral yang amat mulya, bersatunya senjata dengan cangkang keris bermakna hubungan akrab untuk menciptakan hidup yang harmonis dimana terjadi persatuan antar raja dan abdinya, rakyat dan pemimpinnya, insan kamil dan Tuhannya.

Keris pun memiliki banyak filosofi kehidupan. Bagian-bagiannya seperti pesi (pegangan keris), gonjo, tikel alis, pijetan, greneng, bercerita tentang kehidupan manusia. Di antaranya manusia perlu memiliki pegangan dalam hidupnya, manusia perlu mempertimbangkan segala perbuatan, perlu adanya musyawarah bersama, memiliki jiwa yang bersih.

“Harapannya ketika keris ini dijamas, maka si penjamas itu bisa mendapatkan spirit baru dalam kehidupannya. Tak hanya itu, jamasan juga membuat orang lebih sensitif terhadap rangsangan yang akan datang,” paparnya.

Cara memandikan keris

Pemerhati keris lainnya, Deni Ekasusila menjelaskan, ada dua cara menyirami pusaka yakni dengan direndam atau dicelup, serta di-koloh atau dikuaskan. Bahan yang digunakan seperti batu warangan atau arsen, air jeruk nipis, sabun colek, dan minyak pusaka. Sedangkan  alat- alat yang diperlukan adalah telawah atau blandhongan, sikat yang halus, kain pel yang mudah menyerap air, dan ember.

Pusaka yang kotor dan berkarat direndam terlebih dahulu dengan air kelapa. Baru setelah itu dibersihkan  dengan jeruk nipis yang telah dibelah dan dicampurkan dengan sabun colek. Setelah terlihat menjadi putih, pusaka disiram air dan disikat berulang kali sampai air tidak mengeluarkan buih. Kemudian dipel dan dijemur di sinar matahari. ”Kalau tidak kotor banget, satu sampai dua jam jamasan sudah selesai,” kata Deni.

Seputar dunia Keris, sebagai berikut:
- Tradisi Memandikan Pusaka di Bulan Sura
- Keris Mpu Gandring
- Keris Mpu Tantular
- Keris Kembar Prabu Siliwangi
- Keris Kyai Setan Kober
- Keris Taming Sari
- Keris Singo Barong
- Keris Nogo Sosro
- Keris Yogyakarta - Solo - Surakarta
- Keris Bali


Dimanakah Sekarang Keris Mpu Gandring itu Berada ?

Keris Mpu Gandring adalah senjata pusaka yang terkenal dalam riwayat berdirinya Kerajaan Singhasari di daerah Malang, Jawa Timur Menurut Para Ahli Sejarah keris karya Empu Gandring pada abad 13 itu, sekarang ditanam didalam candi Anusapati alias candi jago, di Tumpang kabupaten Malang - Jawa Timur.

Lalu Di Manakah Candi Jago Tempat Di Tanamnya Keris Mpu Gandring itu ??
Candi Jago berasal dari kata "Jajaghu", didirikan pada masa Kerajaan Singhasari pada abad ke-13. Berlokasi di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, atau sekitar 22 km dari Kota Malang, pada koordinat 8°0'20.81?S 112°45'50.82?E.


Dimanakah Anda dapat membeli Keris dan mencucinya sekarang?
TOKO KERIS SAKTI
Jakarta Gem's Center
Rawabening - Jatinegara
Jakarta Timur Indonesia
021-857.8048

Sumber:
http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/822/keris
http://www.pisau.co.id/?en_sejarah-asal-usul-senjata-tikam-keris-indonesia,93
https://m.facebook.com/notes/kota-singosari/dimanakah-keris-mpu-gandring-sekarang-berada-/463341993728552/
http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/09/keris-dalam-sejarah-nusantara
http://indokeris.blogspot.com/2013/01/sejarah-keris-di-indonesia.html

Artikel Lainnya:
Beranda (Home)
Toko Image Gambar
Akik Gambar (Picture Agate)
Bacan
Black Opal
Bumble Bee Jasper
Panca Warna
Giant Amethyst at Maisya
Natural Emerald
Tuyul
Keris
Akik Gambar Hantu Wewe Gombel
Akik Gambar Hantu Pocong
Tiga Cairan Bagi Akik Lovers
Rahasia Sukses
SQL Injection
Damai Itu Indah
Daftar Tarif Pengiriman Tiki
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Toko Image Gambar
Ke Beranda (Back to home)





 Foto Diambil Dari Samping Kiri

 Foto Penampakan Ketika Foto Diambil Dari Tengah

 Foto Diambil Dari Samping Kanan


PERHATIAN!!!
MOHON KLIK PADA
GAMBAR UNTUK
MEMPERBESARNYA
SEMAXIMAL MUNGKIN

Bagaimana cara menggunakan mask input tanggal

Bagaimana cara menggunakan mask input Tanggal, NPWP, Nomer Telpon lebih mudah dilihat.